RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATA PELAJARAN
: KIMIA
SATUAN PENDIDIKAN
: SMAN 23 BANDUNG
KELAS/PROGRAM
: X
SEMESTER
:1
ALOKASI WAKTU
: 2 x 45
PERTEMUAN KE
:6
I. Standar Kompetensi
:
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
II. Kompetensi Dasar
:
1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron
III. Indikator
:
1. Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam, non logam dan metaloid.
2. Menentukan sifat fisik dan kimia unsur
1. Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam, non logam dan metaloid.
2. Menentukan sifat fisik dan kimia unsur
IV. Materi Pokok
:
Sifat fisik dan sifat kimia unsur
Pembagian unsur-unsur kedalam sifat logam, metaloid dan bukan logam.
Penentuan massa atom relatif
Pembagian unsur-unsur kedalam sifat logam, metaloid dan bukan logam.
Penentuan massa atom relatif
V.
Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Pendahuluan
1. Siswa menjelaskan kembali beberapa identitas dalam sistem
periodik
2. Siswa mengkaji ruang lingkup sifat-sifat fisik suatu materi
b. Kegiatan Inti
Peretmuan 6
1. Siswa mengklasifikasikan unsur kedalam logam, bukan logam dan
metalloid
2. siswa memaknai karakteristik logam dan bukan logam dalam
kehidupan sehari-hari
3. Siswa menunjukkkan beberapa sifat fisik lain pada unsur dalam tabel
periodik
4. Siswa diperkenalkan dengan unsure-unsur golongan IVA
5. Siswa mengetahui cara penentuan massa atom relatif berdasarkan
grafik kelimpahan isotop di alam
6. Siswa mngetahui skelma sederhana mengenai alat penentu massa
atom
7. Siswa menentukan massa atom relatif
8. Siswa menentukan massa molekul relatif
7. Siswa menentukan massa atom relatif
8. Siswa menentukan massa molekul relatif
c. Penutup
Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan sifat-sifat fisik dan kimia unsur
dan penentuan massa molekul relatif
VI.
Media dan Sumber Belajar
:
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
VII.
Penilaian dan Tindak Lanjut
a. Penilaian
: - Proses,
1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis.
2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur
1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis.
2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur
- Hasil:
Tuntas dan tidak tuntas
b. Tindak lanjut
Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan.
Bandung,
Juli 2006
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Guru Mata Pelajaran
Drs. Wardoyo, M.MPd
Acep Furqon, S. Pd
Pembina Tk. I
NIP 131275658
Pembina Tk. I
NIP 131275658
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATA PELAJARAN
: KIMIA
SATUAN PENDIDIKAN
: SMAN 23 BANDUNG
KELAS/PROGRAM
: X
SEMESTER
:1
ALOKASI WAKTU
: 2 x 45 menit
PERTEMUAN KE
:7
IV. Standar Kompetensi
:
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
V. Kompetensi Dasar
:
1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron
VI.Indikator
:
1. Menganalisis tabel, grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom, energi
ionisasi, affinitas elektron dan keelektronegatifan
2.
IV. Materi Pokok
:
Sifat keperiodikan unsur, keteraturan sifat unsur dalam perioda dan golongan.
•
Jari-jari atom
•
Energi ionisasi
•
Affinitas elektron .
•
Kelektronegatifan.
V. Langkah-Langkah Pembelajaran
c. Pendahuluan
1. Tanya jawab dengan siswa mengenai konfigurasi electron suatu
unsure
2. Memotivasi siswa dengan reward untuk siswa yang aktif
d. Kegiatan Inti
Pertemuan 7
Keperiodikan jari-jari atom
1.Siswa menuliskan konfigurasi elektron suatu unsur dalam satu
golongan misal1H,3Li,11Na dan19K
2. Siswa menentukan keteraturan penambahan kulit
3. siswa menghubungkan pengaruh penambahan kulit terhadap ukuran
2. Siswa menentukan keteraturan penambahan kulit
3. siswa menghubungkan pengaruh penambahan kulit terhadap ukuran
/ jari-jari atom
4. siswa menyimpulkan keperiodikan jari-jari atom dalam satu golongan
5.Siswa menuliskan konfigurasi suatu unsur dalam satu perioda misal
3Li, 4Be, 5B dan 6C
6. Siswa menganalisis konfigurasi unsur-unsur tersebut berdasarkan
jumlah kulit dan elektron valensinya.
7. Siswa menunjukkan hubungan elektrostatik antara inti (proton)
dengan elektron terkuar
8. Siswa menjelaskan pengaruh penambahan elektron pada kulit atau
jarak yang sama terhadap kekuatan tarikan
9. Siswa menyimpulkan keperiodikan jari-jari atom dalam satu perioda
Keperiodikan energi Ionisasi
10. Siswa menulis kembali konfigurasi unsur-unsur dalam satu golongan
Bandung,
Juli 2006
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Guru Mata Pelajaran
Drs. Wardoyo, M.MPd
Acep Furqon, S. PdPembina Tk. I
NIP 131275658
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATA PELAJARAN
: KIMIA
SATUAN PENDIDIKAN
: SMAN 23 BANDUNG
KELAS/PROGRAM
: X
SEMESTER
:1
ALOKASI WAKTU
: 2 x 45 menit
PERTEMUAN KE
:8
VII. Standar Kompetensi
:
1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
VIII. Kompetensi Dasar
:
1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massaatom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadariketeraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron
IX. Indikator
:
1.Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan
kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan
fakta eksperimen
IV. Materi Pokok
:
•
Model atom Dalton
•
Model atom Thomson
•
Model atom Rutherford
•
Model atom Niels Bohr
•
Model atom Modern
•
Kelemahan dan kelebihan masing-masing model atom
V. Langkah-Langkah Pembelajaran
c. Pendahuluan
Tanya jawab mengenai struktur atom yang akhirnya mengarah kepada
kesadaran berawal munculnya model atom
d. Kegiatan Inti
Pertemuan 8
1. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing 5-6 siswa
2. siswa diberi permasalahan untuk mengetahui perkembanagan model
1. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing 5-6 siswa
2. siswa diberi permasalahan untuk mengetahui perkembanagan model
atom Dalton hingga model atom modern berdasarkan literature
3. masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja tim dengan
menggunakan transparansi, alat peraga atau power point.
4. Dalam presentasi kelompoknya siswa menjelaskan kelebihan dan
kelemahan model atom yang dipresentasikan
5. Siswamenyimpulkan perkembangan model atom muali dari model
atom Dalton hingga model atom modern.
6. Siswa diperkenalkan dengan unsure-unsur golongan VIIA dan VIIIA
e. Penutup
Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan perkembangan model atom
berikut kelebihan dan kelemahan masing-masing model atom.
X.
Media dan Sumber Belajar
:
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Komputer
OHP
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Komputer
OHP
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
XI.
Penilaian dan Tindak Lanjut
a. Penilaian
: - Proses,
1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan kelompok, laporan hasil kerja kelompok,
kuis.
2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur
- Hasil:
Tuntas dan tidak tuntas
b. Tindak lanjut
Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan.
Bandung,
Juli 2006
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Guru Mata Pelajaran
Drs. Wardoyo, M.MPd
Acep Furqon, S. PdPembina Tk. I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATA PELAJARAN
: KIMIA
SATUAN PENDIDIKAN
: SMAN 23 BANDUNG
KELAS/PROGRAM
: X
SEMESTER
:1
ALOKASI WAKTU
: 3 x 45 menit
PERTEMUAN KE
: 16 dan 17
XXIII. Standar Kompetensi
:
2. memahami hukum-hukum Dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia
(stoikiometri)
XXIV. Kompetensi Dasar
:
2.1 Mendeskripsikan tatanama senyawa anorganik dan organik sederhana serta
persamaan reaksinya.
XXV. Indikator
:
1. Menuliskan nama senyawa biner
2. Menuliskan nama senyawa poliatomik
1. Menuliskan nama senyawa biner
2. Menuliskan nama senyawa poliatomik
3.Menuliskan nama senyawa organik sederhana
IV. Materi Pokok
:
Tata nama senyawa
•
Nama senyawa biner dan poliatomik
penulisan dan tatanama senyawa biner dari logam dan nonlogam
Penulisan rumus kimia
•
Unsur logam ditulis paling kiri diikuti unsur nonlogam.
Contoh:
KBr bukan BrK
Contoh:
KBr bukan BrK
•
Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation atau anion yang saling
menetralkan .
Muatan Kation ditentukan dari golongannya.
•
Na karena golongan IA maka Na+
•
Ca karena golongan IIA maka Ca2+
•
Al karena golongan IIIA maka Al3+
NH4+= amonium
Muatan Anion
•
Muatan -1= NO3-, NO2-, F-, Cl-, Br-, I-, OH-
•
Muatan -2 = CO32-, SO42-, SO32-, S2-, O2-
•
Muatan -3 = PO43-, PO32-
COO- = formiat
CH3COO- = asetat
Penamaan awali dengan nama logam diikuti oleh nama anion
a. Jika anion tidak mengandung oksigen maka nama anion diakhiri dengan ida.
Contoh:
Penamaan awali dengan nama logam diikuti oleh nama anion
a. Jika anion tidak mengandung oksigen maka nama anion diakhiri dengan ida.
Contoh:
•
NaCl Natrium klorida
•
CaS Kalsium sulfida.
b. Jika oksigen berdiri sendiri maka diakhiri dengan ida juga.
Contoh
•
CaO kalsium oksida
c. Jika anion mengandung oksigen maka akhiri dengan at untuk yang mengandung oksigen
lebih bnyak dan akhiran it untuk yang lebih sedikait kandungan oksigennya.
Contoh:
CaSO3 kalsium sulfit
CaSO4 kalsium sulfat
d. Indeks tidak disebutkan
Contoh
CaCl2 =
kalsium kloridabukan kalsium diklorida
Mg3(PO4)2 = magnesiumfosfatbukan trimagnesium difosfat
CaSO3 kalsium sulfit
CaSO4 kalsium sulfat
d. Indeks tidak disebutkan
Contoh
CaCl2 =
kalsium kloridabukan kalsium diklorida
Mg3(PO4)2 = magnesiumfosfatbukan trimagnesium difosfat
e. Jika unsur logam memiliki lebih dari 1 muatan (bilanagn oksidasi) maka setelah nama
logam diberi tanda kurung dengan angka Romawi sesuai dengan muatannya (biloknya)
Contoh
FeCl2 = besi(II) klorida
FeCl3 = Besi(III) klorida
Contoh
FeCl2 = besi(II) klorida
FeCl3 = Besi(III) klorida
Tatanama senyawa biner dari dua jenis nonlogam
Merangkaikan kedua nama dimulai dari unsur yang paling kiri kemudian diikuti oleh unsur
yang ada di sebelah kanannya dan diberi akhiran “ ida”
Contoh:
HCl = hidrogen klorida
H2S = Hidrogen sulfida.
Contoh:
HCl = hidrogen klorida
H2S = Hidrogen sulfida.
•
Jika kedua unsur dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa maka untuk
membedakannya indeks diberi awalan bahasa yunani:
1= mono
2= di
3=tri
1= mono
2= di
3=tri
4=tetra
5=penta
6=heksa
7=hepta
8=okta
9=nona
10=deka
Catatan: jika indeks unsur paling kiri hanya 1 buah maka tidak perlu memakai awalan
mono. Contoh:
CO= Karbon monoksida (awalan mono untuk C tidak perlu)
CO2 = karbon dioksida
NO=Nitrogen monoksida
NO2 = nitrogen dioksida
N2O = dinitrogen monoksida
N2O3 = dinitrogen trioksida
N2O4 = dinitrogen tetraoksida
N2O5 = dinitrogen pentaoksioda
CO= Karbon monoksida (awalan mono untuk C tidak perlu)
CO2 = karbon dioksida
NO=Nitrogen monoksida
NO2 = nitrogen dioksida
N2O = dinitrogen monoksida
N2O3 = dinitrogen trioksida
N2O4 = dinitrogen tetraoksida
N2O5 = dinitrogen pentaoksioda
•
Senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu mengikuti aturan di atas.
Contoh:
H2O= air
NH3 = ammonia.
H2O= air
NH3 = ammonia.
V. Langkah-Langkah Pembelajaran
c. Pendahuluan
1. Apersepsi tentang pentingnya pemberian nama suatu senyawa
2. Motivasi belajar
d. Kegiatan Inti
Pertemuan 16 (tatanama senayawa)
1. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing 5-6 siswa
2. Siswa berdiskusi tentang cara pemberian nama senyawa biner dan poliatomik
dari senyawa organik dan anorganik
Dalam diskusi ditekankan:
a. Cara penulisan rumus kimia
b. Penentuan rumus senyawa ion yang ditentukan oleh perbandingan
muatan kation dan anion yang saling menetralkan
c. Cara penamaan senyawa biner yang terbentuk dari logam dan nonlogam (
kation dan anioan)
d. Pemberian nama beberapa gugus kation dan gugus anion
e. Pemberian nama untuk logam yangdapat membentuk labebih dari satu
jenis muatan positif.
f. Pemberian nama senyawa biner yang terbentuk dari dua jenis nonlogam
g. Nama senyawa yang sudah umum dikenal yangtidak perlu mengikuti
aturan
3. Siswa mensimulasikan anion dan kation untuk membentuk senyawa
Pertemuan 17
Presentasi hasil kerja kelompok
e. Penutup
Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan cara pemberian nama untuk
senyawa biner dan poliatomik serta perumusan senyawa yang terbentuk.
XX.
Media dan Sumber Belajar
:
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Kartu Kation dan anion
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Kartu Kation dan anion
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
XXI. Penilaian dan Tindak Lanjut
a. Penilaian
: - Proses,
1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan kelompok, laporan hasil kerja kelompok,
kuis.
2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur
- Hasil:
Tuntas dan tidak tuntas
b. Tindak lanjut
Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan.
Bandung,
Juli 2006
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Guru Mata Pelajaran
Drs. Wardoyo, M.MPd
Acep Furqon, S. Pd
Pembina Tk. I
NIP 131275658
Pembina Tk. I
NIP 131275658
V. Langkah-Langkah Pembelajaran
e. Pendahuluan
1. Siswa menyebutkan satuan berat atau jumlah yang digunakan dalam kehidupan
sehari-hari
2. Siswa menyadari pentingnya satuan jumlah untuk skala partikel
f. Kegiatan Inti
Pertemuan 26
1. Siswa mendeskripsikan pengertian mol sebagai satuan jjumlah zat
2. Siswa menghitung mol dengan jumlah partikel
3. siswa menghitung mol dengan massa zat
1. Siswa mendeskripsikan pengertian mol sebagai satuan jjumlah zat
2. Siswa menghitung mol dengan jumlah partikel
3. siswa menghitung mol dengan massa zat
Pertemuan 27
4. Siswa menghitung mol dengan volume zat pada keadaan STP
5. Siswa menghitung mol dengan volume bukan keadaan STP
4. Siswa menghitung mol dengan volume zat pada keadaan STP
5. Siswa menghitung mol dengan volume bukan keadaan STP
6. Siswa menggambarkan skema hubungan antara mol dengan jumllah partikel,
massa zat, dan volume
Pertemuan 28
1. Siswa menentukan jumlah zat yang bereaksi dan hasil reaksi dalam suatu
persamaan reaksi
g. Penutup
Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan konsep mol serta penerapannya
dalam menyelrsaikan perhitungan kimia.
XXVI. Media dan Sumber Belajar
:
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
XXVII. Penilaian dan Tindak Lanjut
a. Penilaian
: - Proses,
1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis.
2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur
1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis.
2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur
- Hasil:
Tuntas dan tidak tuntas
b. Tindak lanjut
Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan.
Bandung,
Juli 2006
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Guru Mata Pelajaran
Drs. Wardoyo, M.MPd
Acep Furqon, S. PdPembina Tk. I
NIP 131275658
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATA PELAJARAN
: KIMIA
SATUAN PENDIDIKAN
: SMAN 23 BANDUNG
KELAS/PROGRAM
: X
SEMESTER
:1
ALOKASI WAKTU
: 4 x 45 menit
PERTEMUAN KE
: 39 sampai 31
XXXVIII. Standar Kompetensi
:
2. Memahami hukum-hukum Dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan
kimia (stoikiometri)
XXXIX. Kompetensi Dasar
:
2.2. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikanperhitungan kimia.
XL. Indikator
:
1. Menentukan rumus empiris dan rumus molekul
2. Menentukan rumus air kristal
3. Menentukan kadar zat dalam suatu senyawa.
1. Menentukan rumus empiris dan rumus molekul
2. Menentukan rumus air kristal
3. Menentukan kadar zat dalam suatu senyawa.
IV. Materi Pokok
:
•
Rumus Empiris, rumus Molekul dan air kristal
Rumus empiris suatu senyawa diturunkan dari nilai perbandingan mol unsur pembentuk
senyawa itu.
Rumus molekul suatu senyawa dapat ditetapkan berdasarkan pada rumus empiriik
senyawa itu.
•
Pereaksi pembatas
Jika suatu zat-zat pereaksi dicampurkan tidak dalam jumlah yang ekivalen, artinya tidak
sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya. Maka salah satu pereaksi akan habis
lebih dulu, sementara pereaksi yang lainnya berlebih. Jumlah hasil reaksi akan
bergantung pada jumlah pereaksi yang habis lebih dulu
V. Langkah-Langkah Pembelajaran
c. Pendahuluan
1. Apersepsi melalui tanya jawab mengenai rumus kimia dan penentuan kadar zat
dalam suatu sample
2. Motivasi dan pemberian reward untuk siswa yang aktif
d. Kegiatan Inti
Pertemuan 39
1. siswa menentukan rumus empiris dan rumus molekul dari suatu data percobaan
2. Siswa menentukan jumlah air kristal dalam suatu senyawa berdasarkan data
percobaan
3. siswa meenntukan kadar zat dalam suatu sample
Pertemuan 30
1. Siswa menuliskan persamaan reaksi dan menentukan jumlah mol zat yang bereaksi
dan mol produk yang dihasilkan pada suatu reaksi kimia yang habis bereaksi
2. Siswa menuliskan persamaan reaksi dan menentukan pereaksi pembatas
berdasarkan jumlah zat yang bereaksi
Pertemuan 31
Ulangan blok
e. Penutup
Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan penentuan rum,us empiris,rumus molekul, air kristal dan kadar zat dalam suatu senyawa sertapenentuan oereaksi pembatas.
XXVIII. Media dan Sumber Belajar
:
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
Buku Paket Kimia (Erlangga)
Tabel Periodik
Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas
XXIX. Penilaian dan Tindak Lanjut
a. Penilaian
: - Proses,
1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis.
2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur
1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis.
2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur
- Hasil:
Tuntasdan tidak tuntas
b. Tindak lanjut
Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan.
Bandung,
Juli 2006
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 23 Bandung
Guru Mata Pelajaran
Drs. Wardoyo, M.MPd
Acep Furqon, S. PdPembina Tk. I
NIP 131275658
No comments:
Post a Comment